Mengenal OSI dan TCP/IP Layer pada Networking

Bagi Kalian yang baru memulai mempelajari mengenai Networking, kalian harus mempelajari dari dasarnya dahulu. Materi Network reference model ini adalah materi paling dasar pada bidang networking. Memahami Network reference model sangat membantu kita dalam mempelajari komunikasi data. Network reference model adalah kerangka kerja yang menjelaskan bagaimana berbagai protokol berfungsi di dalam jaringan. Dengan memahami network modek ini, kita bisa lebih mudah memahami cara kerja komunikasi data.

Beberapa Network reference model yang pernah ada antara lain:

  • Systems Network Architecture (SNA – IBM)
  • AppleTalk
  • Novell Netware (IPX/SPX)
  • TCP/IP Model
  • Open System Interconnection (OSI) Model

Namun, dari berbagai model tersebut, TCP/IP Model dan OSI Model adalah yang paling banyak digunakan hingga saat ini. Berikut adalah penjelasannya.

 

Apa yang Dimaksud dengan Network Reference Model?

Network reference model digunakan untuk mempermudah menjelaskan komunikasi data. Model ini membagi fungsi-fungsi komunikasi ke dalam beberapa lapisan (layers), sehingga lebih mudah dipelajari dan diterapkan. Dengan adanya pembagian ini, kita dapat memahami fungsi spesifik dari setiap bagian komunikasi data dikirim dalam jaringan.

 

OSI Model Layer

OSI (Open System Interconnection) Layer adalah model referensi yang dirancang oleh International Organization for Standardization (ISO) dan menjadi Standardisasi pada saat OSI Layer ini di terbitkan. Model ini memiliki sifat “protocol-independent”, artinya tidak bergantung pada protokol tertentu, sehingga cocok untuk digunakan dalam menjelaskan berbagai protokol jaringan.

Struktur dari 7 OSI Layer adalah sebagai berikut (dari bawah ke atas):

  • Application Layer: Berinteraksi langsung dengan aplikasi pengguna (seperti HTTP, SMTP, DNS).
  • Presentation Layer: Menangani format data (seperti enkripsi, kompresi).
  • Session Layer: Mengelola sesi komunikasi.
  • Transport Layer: Mengatur pengiriman data, contohnya TCP dan UDP.
  • Network Layer: Bertanggung jawab untuk pengalamatan dan routing, contohnya IP.
  • Data Link Layer: Mengatur komunikasi antar perangkat dalam satu segmen jaringan.
  • Physical Layer: Berurusan dengan transmisi data secara fisik (seperti kabel, sinyal listrik dan wireless).

Model ini sering digunakan sebagai referensi untuk memahami cara kerja protokol dalam komunikasi jaringan, meskipun tidak secara langsung digunakan dalam implementasi.

 

TCP/IP Model

Selain OSI Model, ada model lain yang digunakan untuk mengimplementasikan protocol-protocol saat ini, yaitu TCP/IP model. Model ini lebih sederhana karena hanya memiliki 4 lapisan:

  • Application Layer: Menggabungkan fungsi Application, Presentation, dan Session Layer dari OSI.
  • Transport Layer: Sama seperti OSI, menangani protokol seperti TCP dan UDP.
  • Internet Layer: Setara dengan Network Layer di OSI, menangani protokol seperti IP.
  • Network Access Layer: Menggabungkan Data Link dan Physical Layer dari OSI.

TCP/IP Model lebih banyak digunakan karena sesuai dengan protokol-protokol yang ada saat ini, seperti HTTP, IP, dan TCP. Model ini lebih praktis dibanding OSI, tetapi OSI tetap menjadi referensi untuk mempelajari komunikasi data yang lebih kompleks.

 

Perbandingan TCP/IP Model dan OSI Model

Fitur OSI Model TCP/IP Model
Jumlah Lapisan 7 4
Sifat Protocol-independent Protocol Based (TCP, IP, dll.)
Penggunaan Sebagai referensi pembelajaran Digunakan secara nyata dalam networking
Kompleksitas Lebih kompleks Lebih sederhana

Encapsulation / Decapsulation & Protocol Data Unit (PDU)

Dalam proses pengiriman data, setiap data yang dikirim harus diproses oleh perangkat pengirim menggunakan protokol yang ada dalam sistem operasi sesuai dengan Network Reference Model, seperti OSI Model atau TCP/IP Model.

Proses pengiriman data ini disebut dengan Encapsulation. Pada perangkat pengirim, data akan melewati proses encapsulation dari layer atas (Application Layer) hingga ke layer bawah (Physical Layer). Di setiap lapisan, data akan dibungkus dengan header atau trailer yang menyimpan informasi penting seperti alamat tujuan atau metode pengiriman.

Sebaliknya, pada perangkat penerima, terjadi proses Decapsulation. Data yang diterima melalui Network Media (seperti UTP, fiber optic, atau wireless) akan dibuka lapisannya dari layer paling bawah (Physical Layer) hingga ke layer paling atas (Application Layer).

Setiap lapisan pada OSI Layer memiliki nama atau istilah khusus untuk hasil encapsulation/decapsulation, yang disebut Protocol Data Unit (PDU).

  • Application Layer – Session Layer: PDU berupa Data, yang merepresentasikan informasi yang ingin dikirim oleh aplikasi.
  • Transport Layer: PDU disebut Segment (jika menggunakan TCP) atau Datagram (jika menggunakan UDP), yang mengelola pengiriman data antar host.
  • Network Layer: PDU disebut Packet, yang mengatur pengalamatan dan routing data.
  • Data Link Layer: PDU disebut Frame, yang mengatur komunikasi antar perangkat dalam satu segmen jaringan.
  • Physical Layer: PDU disebut Bits, yaitu data yang ditransmisikan sebagai sinyal melalui media fisik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
IRR, RPKI & PeeringDB for Operators

IRR, RPKI & PeeringDB for Operators

Interkoneksi Perangkat EXFO MAX-860G untuk Bertest (Bit Error Rate Test)

Interkoneksi Perangkat EXFO MAX-860G untuk Bertest (Bit Error Rate Test)

Standardizing Business Processes for Network Management: A Documentation Guide

Standardizing Business Processes for Network Management: A Documentation Guide